Day: September 23, 2016

Puisi “Semangatmu”

  Pagi itu, Sabtu yang bersemangat Terangmu mengalahkan biru Kau ingin ku menghilang bersamamu Tak perlu kecap yang sia-sia Bangunan tua itu kulihat elok Sedu dan canda mengisi tiang penyangganya Hembusan angin itu pun memekik Sepantaranku bergegas beraturan Bersamamu mereka patuh   Ah.. kurindu masa itu Kau tak terfikir untuk diam Kurindu masa itu Debar …

Puisi “Semangatmu” Read More »

Puisi “Penyesalan”

Gambar diambil dari www.google.com Habis manis, sepah dibuang Katamu munafik Siapa lagi …. Manusia ….. Terbitkan cahaya, tenggelamkan kegelapan Risau merindu, hancur kesakitan Aku habis, kala cemas Kau hadirkan kelembutan Ranjau kau persiapkan Nafsu yang menghanyutkan Terjebak kegelapan Penyesalan …. Nasi telah menjadi bubur Malang… Kasihan …. Kau pun besujud merengek ampunan Bukankah telah diingatkan …

Puisi “Penyesalan” Read More »

Puisi “Lelah”

Gambar diambil dari www.google.com Aku lelah, mengantuk ingin tidur saja Larut malam, pikirku kelelahan Kupecut tenaga Hampir muak kurasakan Aku ingin pergi, tapi jangan Aku ingat kewajiban Aku rasakan keluarga Namun kadang pekerja Siang malam waktu kuhabiskan Kicauan mulut persetan kudengarkan Biarkan.. Ini proses pembelajaran Gejolak emosi kurasakan Pertengkaran hingga tawa kulewatkan Biarkan …. Ini …

Puisi “Lelah” Read More »

Merawat Ingat: Masihkah Perlu Meminta Maaf?

Masih ingat dengan International People’s Tribunal 1965 (IPT 1965) di Belanda? Dimana hasil dari pengadilan rakyat tersebut meminta pemerintahan Indonesia untuk minta maaf kepada korban/keluarga korban peristiwa G30S/PKI, termasuk melakukan penyelidikan kejahatan terhadap kemanusiaan. Secara umum, IPT 1965 bertujuan untuk memperbaiki sejarah yang cenderung menyepelekan, menyisihkan, dan mengaburkan kejahatan-kejahatan pasca 30 September tersebut. Terutama terkait pemerkosaan, …

Merawat Ingat: Masihkah Perlu Meminta Maaf? Read More »